Jumat, 10 Juni 2016

KB IMPLANT

A. Pengertian KB Implant
Kontrasepsi implan adalah batang silastik lembut untuk pencegah kehamilan yang pemakaiannya dilakukan dengan jalan pembedahan minor untuk insersi (pemasangan) dan pencabutan

Kontrasepsi implan adalah alat kontrasepsi berbentuk kapsul silastik berisi hormon jenis progestin (progestin sintetik) yang dipasang dibawah kulit (BKKBN,2003).


B. Jenis kontrasepsi implant

1.      NORPLANT

    a.       Berisi 6 batang yang mengandung hormon levonorgestrel
   b. Tiap kapsul : panjangnya 3,4 cm, diameter 2,4 mm,berisi 36 mg levonorgestrel yang efektif mencegah kehamilan selama 5 tahun





2.      IMPLANON

a.       Berisi 1 batang putih lentur mengandung 63 mg 3-keto-desogestrel rtian b. Efektif mencegah kehamilan selama 3 tahun

INDOPLANT dan JADENA
a. Berisi 2 batang, mengandung 75 mg levonorgestrel
b. Efektif mencegah kehamilan selama 3 tahun (Saifuddin, 2006)


C. Mekanisme kerja KB implant


1. Mengentalkan lendir serviks

Kadar levonorgestrel yang konstan mempunyai efek nyata terhadap terhadap mucus serviks. Mukus tersebut menebal dan jumlahnya menurun, yang membentuk sawar untuk penetrasi sperma.

2. Menggangu proses pembentukan endometrium sehingga sulit terjadi implantasi

Levonorgestrel menyebabkan supresi terhadap maturasi siklik endometrium yang diinduksi estradiol, dan akhirnya menyebabkan atrofi. Perubahan ini dapat mencegah implantasi sekalipun terjadi fertilisasi; meskipun demikian, tidak ada bukti mengenai fertilisasi yang dapat dideteksi pada pengguna implan.

3. Mengurangi transportasi sperma
Perubahan lendir serviks menjadi lebih kental dan sedikit, sehingga menghambat pergerakan sperma.

4. Menekan ovulasi karena progesteron menghalangi pelepasan LH
Levonorgestrel menyebabkan supresi terhadap lonjakan luteinizing hormone (LH), baik pada hipotalamus maupun hipofisis, yang penting untuk ovulasi. (BKKBN, 2003)

D.      Efektifitas

Sangat efektif (kegagalan 0,2 -1 kehamilan per 100 perempuan). (Saifuddin, 2006)

E.       Keuntungan dan kerugian KB implant

1.         Keuntungan

a.    Daya guna tinggi

Kontrasepsi implan merupakan metode kontrasepsi berkesinambungan yang aman dan sangat efektif. Efektivitas penggunaan implant sangat mendekati efektivitas teoretis. Efektivitas 0,2 – 1 kehamilan per 100 perempuan.

b.    Perlindungan jangka panjang (sampai 5 tahun)

Kontrasepsi implan memberikan perlindungan jangka panjang. Masa kerja paling pendek yaitu satu tahun pada jenis implan tertentu (contoh : uniplant) dan masa kerja paling panjang pada jenis norplant.

c.    Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan

Kadar levonorgestrel yang bersirkulasi menjadi terlalu rendah untuk dapat diukur dalam 48 jam setelah pengangkatan implan. Sebagian besar wanita memperoleh kembali siklus ovulatorik normalnya dalam bulan pertama setelah pengangkatan. Angka kehamilan pada tahun pertama setelah pengangkatan sama dengan angka kehamilan pada wanita yang tidak menggunakan metode kontrasepsi dan berusaha untuk hamil. Tidak ada efek pada jangka panjang kesuburan di masa depan.Kembalinya kesuburan setelah pengangkatan implan terjadi tanpa penundaan dan kehamilan berada dalam batas-batas normal. Implan memungkinkan penentuan waktu kehamilan yang tepat karena kembalinya ovulasi setelah pengangkatan implan demikian cepat.

d.   Tidak memerlukan pemeriksaan dalam

e.    Bebas dari pengaruh estrogen

Tidak mengandung hormon estrogen. Kontrasepsi implan mengandung hormon progestin dosis rendah. Wanita dengan kontraindikasi hormon estrogen, sangat tepat dalam penggunaan kontrasepsi implan.

f.     Tidak mengganggu hubungan 5EKXual

Kontrasepsi implan tidak mengganggu kegiatan sanggama, karena diinsersikan pada bagian subdermal di bagian dalam lengan atas.

g.    Tidak mengganggu produksi ASI

Implan merupakan metode yang paling baik untuk wanita menyusui. Tidak ada efek terhadap kualitas dan kuantitas air susu ibu, dan bayi tumbuh secara normal. Jika ibu yang baru menyusui tidak sempat nantinya (dalam tiga bulan), implan dapat diisersikan segera Postpartum.

h.    Dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan

(Sulistyawati, 2011)

i.      Kontrol medis ringan

j.      Dapat dilayani didaerah pedesaan

k.    Penyulit medis tidak terlalu tinggi

l.      Biaya ringan

(Manuaba, 1998)

2.         Kerugian

a.    Menimbulkan gangguan menstruasi, yaitu tidak mendapat menstruasi, terjadi perdarahan bercak (spothing) dan perdarahan tidak teratur. Sejumlah perubahan pola haid akan terjadi pada tahun pertama penggunaan, kira-kira 80% pengguna. Perubahan tersebut meliputi perubahan pada interval antar perdarahan, durasi dan volume aliran darah, serta spotting (bercak-bercak perdarahan). Oligomenore dan amenore juga terjadi, tetapi tidak sering, kurang dari 10% setelah tahun pertama. Perdarahan yang tidak teratur dan memanjang biasanya terjadi pada tahun pertama. Walaupun terjadi jauh lebih jarang setelah tahun kedua, masalah perdarahan dapat terjadi pada waktu kapan pun.

b.    Berat badan bertambah

Wanita yang meggunakan implan lebih sering mengeluhkan peningkatan berat badan dibandingkan penurunan berat badan. Penilaian perubahan berat badan pada pengguna implan dikacaukanoleh perubahan olahraga, diet, dan penuaan. Walaupun peningkatan nafsu makan dapat dihubungkan dengan aktivitas androgenik levonorgestrel, kadar rendah implan agaknya tidakmempunyai dampak klinis apapun. Yang jelas, pemantauan lanjutan lima tahun pada 75 wanita yang menggunakan implan Norplant dapat menunjukkan tidak adanya peningkatan dalam indeks masa tubuh (juga tidak ada hubungan antara perdarahan yang tidak teratur dengan berat badan).

c.    Menimbulkan acne (jerawat), ketegangan pada payudara

Jerawat, dengan atau tanpa peningkatan produksi minyak, merupakan keluhan kulit yang paling umum di antara pengguna implan. Jerawat disebabkan oleh aktivitas androgenik levonorgestrel yang menghasilkan suatu dampak langsung dan juga menyebabkan penurunan dalam kadar globulin pengikat hormon 5EKX (SHBG, sex hormonne binding globulin), menyebabkan peningkatan kadar steroid bebas (baik levonorgestrel maupun testosteron). Hal ini berbeda dengan kontrasepsi oral kombinasi yang mengandung levonorgestrel, yang efek estrogen pada kadar SHBG-nya (suatu peningkatan) menghasilkan penurunan dalam androgen bebas yang tidak berikatan. Tetapi umum untuk keluhan jerawat mencakup pengubahan makanan, praktik higiene kulit yang baik dengan menggunakan sabun atau pembersih kulit, dan pemberian antibiotik topikal (misalnya larutan atau gel klindamisin 1%, atau reitromisin topikal). Penggunaan antibiotik lokal membantu sebagian besar pengguna untuk terus menggunakan implan.

d.   Membutuhkan tindak pembedahan minor untuk insersi dan pencabutan.

Implan harus dipasang (diinsersikan) dan diangkat melalui prosedur pembedahan yang dilakukan oleh personel terlatih. Wanita tidak dapat memulai atau menghentikan metode tersebut tanpa bantuan klinisi. Insiden pengangkatan yang mengalami komplikasi adalah kira-kira 5%, suatu insiden yang dapat dikurangi paling baik dengan cara pelatihan yang baik dan pengalaman dalam melakukan pemasangan serta pencabutan implan.

e.    Klien tidak dapat menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi ini sesuai dengan keinginannya, akan tetapi harus pergi ke klinik untuk pencabutan. Dibutuhkan klinisi terlatih dalam melakukan pengangkatan implan.

f.     Tidak memberikan perlindungan terhadap Infeksi Menular 5EKXual HIV/AIDS

Implan tidak diketahui memberikan perlindungan terhadap penyakit menular 5EKXual seperti herpes, human papiloma virus, HIV AIDS, gonore atau clamydia. Pengguna yang berisiko menderita penyakit menular 5EKXual harus mempertimbangkan untuk menambahkan metode perintang (kondom) guna mencegah infeksi.

(BKKBN, 2003)

F.       Indikasi dan kontra indikasi KB implant

1.         Indikasi

a.    Usia reproduksi

b.    Nulipara atau multipara

c.    Menghendaki kontrasepsi dengan efektifitas tinggi

d.   Tidak menginginkan anak lagi tapi menolak sterilisasi

2.         Kontra indikasi

a.    Hamil atau diduga hamil

b.    Perdarahan DALAMAN yang tidak diketahui penyebabnya

c.    Kanker payudara atau riwayat kanker payudara

d.   Mioma uteri

e.    Gangguan toleransi glukosa (Saifuddin, 2006)

G.      Waktu mulai menggunakan implan :

1.         Setiap saat selama siklus haid hari ke -2 sampai hari ke tujuh, tidak perlu metode kontrasepsi tambahan

2.         Insersi dapat dilakukan setiap saat, dengan syarat diyakini tidak terjadi kehamilan . Apabila insersi setelah -7 hari siklus haid, klien dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan 5EKXual, atau menggunakan metode kontrasepsi lain untuk tujuh hari saja.

3.         Apabila klien tidak haid, insersi dapat dilakukan setiap saat, dengan syarat diyakini tidak terjadi kehamilan, klien dianjurkan tidak melakukan hubungan 5EKXual atau menggunakan metode kontrsepsi lain untuk tujuh hari saja.

4.         Apabila menyusui antara 6 minggu sampai 6 bulan pascapersalinan, insersi dapat dilakukan setiap saat.

5.         Apabila setelah 6 minggu melahirkan dan telah terjadi haid kembali, insersi dapat dilakukan setiap saat, klien dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan5EKXual selama tujuh hari atau menggunakan metode kontrasepsi lain untuk tujuh hari.

6.         Apabila klien menggunakan kontrasepsi hormonal dan ingin menggantinya dengan implan, insersi dapat dilakukan setiap saat, dengan syarat diyakini klien tersebut tidak hamil, atau klien menggunakan kontrsepsi dengan benar.

7.         Apabila kontrasepsi sebelumnya adalah kontrasepsi suntik, implan dapat diberikan pada saat jadwal kontrasepsi suntik, tidak perlu metode kontrasepsi lain.

8.         Apabila kontrasepsi sebelumnya adalah kontrasepsihormonal ( kecuali AKDR) dan klien ingin menggatinya dengan norplant, insersi dapat dilakukan setiap saat, dengan syarat diyakini klien tidak hamil. Tidak perlu menunggu sampai datangnya haid berikutnya.

9.         Apabila kontrasepsi sebelumnya adalah AKDR dan klien ingin menggantinya dengan implan, maka dapat diinsersikan pada saat haid hari ke-7 dan klien dianjurkan tidak melakukan hubungan 5EKXual selama tujuh hari atau gunakan metode kontrasepsi lain untuk tujuh hari saja. AKDR segera dicabut.

10.     Pasca keguguran, implan dapat segera di insersikan. (Sulistyawati, 2011)

H.      Cara Pemasangan Implan

Pemasangan Implant biasanya dilakukan dibagian atas (bawah kulit) pada lengan kiri wanita (lengan kanan bagian yang kidal ), agar tidak menggangu kegiatan. Implant dapat dipasang pada waktu menstruasi atau setelah melahirkan oleh dokter atau bidan yang terlatih. Sebelum pemasangan dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu dan juga disuntik untuk mencegah rasa sakit. Luka bekas pemasangan harus dijaga agar tetap bersih kering dan tidak boleh terkena air selama 5 hari. Pemeriksaan ulang dilakukan oleh dokter seminggu setelah pemasangan. Setelah itu setahun sekali selama pemakaian dan setelah 5 tahun implant harus diambil atau di lepas.

(Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional.1993)

Saat pemsangan yang tepat adalah pada waktu menstruasi atau 1-2 setelah menstruasi. Akseptor sebaiknya berbaring horizontal atau duduk Selama pemasangan implant untuk mempermudah pemsangan.

a)      Lengan yang tidak dominan (lengan kiri) diletakan lurus setinggi pundak. Tentukan daerah pemsangan biasanya sekitar 8 cm hingga 10 cm di atas lipat siku. Lakukan pembersihan di daerah tindakan dan sekitarnya.

b)      Lakukan anestesi local di tempat insersi dan dengan arah seperti kipas sepanjang 4-4,5 cm dengan pembius local.

c)      Lakukan sayatan melintang selebar 2-3 mm ditempat suntikan, agar luka tidak dijahit dan mengurangi kemugkinan infeksi.

d)      Tusukkan trochar melalui sayatan ke bawah kulit, perhatikan tanda batasnya dan tusukkan sampai tanda batas dekat pangkal trochar.

e)      Keluarkan batang dalam trochar dan masukkan kapsul implant ke dalam batang ke luar trochar dengan memakai pinset anatomis, dorong pelan-pelan dengan batang pendorong sampai terasa ada tahanan.

f)       Pertahankan posisi batang pendorong, tarik trochar perlahan-lahan sepanjang batang pendorong sampai batas paling ujung. Implant terlepas dari trokar kalau tanda batas paling ujung terlihat pada luka insisi dan dipastikan dengan meraba ujung trokar dengan jari.

g)      Raba implant terpasang dengan telunjuk kiri, dorong trokar pada posisi sebelahnya tanpa terlebih dahulu mengeluarkan ujungnya dari sayatan. Pasang seluruh implant dengan posisi menyerupai kipas, sehingga keenam kapsul terpasang baik. Olesi luka sayatan dengan antisepstik, tutup dengan plester dan kasa steril dan balut dengan perban.

I.       Pencabutan Implant

a.       Tentukan posisi implant dengan palpasi. Lakukan desinfeksi di daerah tindakan dan sekitarnya. Lakukan anastesi local pada tempat insersi dengan bentuk seperti kipas dengan cairan pembius local.

b.       Lakukan sayatan 2-3 mm, agar luka tidak perlu dijahit dan mengurangi kemungkinan infeksi.

c.       Tekan Implan dengan jari kea rah sayatan, setelah ujung tampak, jepit dengan pean dan tarik keluar.

d.       Bersihkan implant dari jaringan yang menutupi ujungnya dengan menggunakan scalpel.

e.       Jepit ujung implant yang telah bersih dengan pean yang lain. Tarik keluar implant perlahan-lahan sampai terlepas seluruhnya. Lakukan hal yang sama sampai semua implant (6 btg) dikeluarkan. Rapatkan luka, tutup dengan plester, kasa steril dan balut dengan perban.




KB pil

Pengertian
Pil KB adalah alat kontrasepsi pencegah kehamilan atau pencegah konsepsi yang digunakan dengan cara per-oral/kontrasepsi oral. Pil KB merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang banyak digunakan. Pil KB disukai karena relatif mudah didapat dan digunakan, serta harganya murah.
Pil KB atau oral contraceptives pill merupakan alat kontrasepsi hormonal yang berupa obat dalam bentuk pil yang dimasukkan melalui mulut (diminum), berisi hormon estrogen dan atau progesteron. bertujuan untuk mengendalikan kelahiran atau mencegah kehamilan dengan menghambat pelepasan sel telur dari ovarium setiap bulannya. Pil KB akan efektif dan aman apabila digunakan secara benar dan konsisten.

B.   Jenis
Ada 5 jenis pil KB/kontrasepsi oral, yaitu :
1.     Pil kombinasi atau combination oral contraceptive pill
Pil KB yang mengandung estrogen dan progesteron dan diminum sehari sekali. Estrogen dalam pil oral kombinasi, terdiri dari etinil estradiol dan mestranol. Dosis etinil estradiol 30-35 mcq. Dosis estrogen 35 mcq sama efektifnya dengan estrogen 50 mcq dalam mencegah kehamilan. Progestin dalam pil oral kombinasi, terdiri dari noretindron, etindiol diasetat , linestrenol, noretinodel, norgestrel, levonogestrel, desogestrel dan gestoden.
Terdiri dari 21-22 pil KB/kontrasepsi oral dan setiap pilnya berisi derivat estrogen dan progestin dosis kecil, untuk pengunaan satu siklus. Pil KB/kontrasepsi oral pertama mulai diminum pada hari pertama perdarahan haid, selanjutnya setiap pil hari 1 pil selama 21-22 hari. Umumnya setelah 2-3 hari sesudah pil KB/kontrasepsi oral terakhir diminum, akan timbul perdarahan haid, yang sebenarnya merupakan perdarahan putus obat. Penggunaan pada siklus selanjutnya, sama seperti siklus sebelumnya, yaitu pil pertama ditelan pada hari pertama perdarahan haid. Pil oral kombinasi mempunyai 2 kemasan, yaitu :
a.     Kemasan 28 hari
7 pil (digunakan selama minggu terakhir pada setiap siklus) tidak mengandung hormon wanita. Sebagai gantinya adalah zat besi atau zat inert. Pil-pil ini membantu pasien untuk membiasakan diri minum pil setiap hari.
b.     Kemasan 21 hari
Seluruh pil dalam kemasan ini mengandung hormon. Interval 7 hari tanpa pil akan menyelesaikan 1 kemasan (mendahului permulaan kemasan baru) pasien mungkin akan mengalami haid selama 7 hari tersebut tetapi pasien harus memulai siklus pil barunya pada hari ke-7 setelah menyelesaikan siklus sebelumnya walaupun haid datang atau tidak. Jika pasien merasa mungkin hamil, ia harus memeriksakan diri. Jika pasien yakin ia minum pil dengan benar, pasien dapat mengulangi pil tersebut sesuai jadwal walaupun haid tidak terjadi.
2.     Pil KB/kontrasepsi oral tipe sekuensial
Pil dibuat seperti urutan hormon yang dikeluarkan ovariun pada tiap siklus. Maka berdasarkan urutan hormon tersebut, estrogen hanya diberikan selama 14-16 hari pertama diikuti oleh kombinasi progestron dan estrogen selama 5-7 hari terakhir. Terdiri dari 14-15 pil KB/kontrasepsi oral yang berisi derivat estrogen dan 7 pil berikutnya berisi kombinasi estrogen dan progestin. Cara penggunaannya sama dengan tipe kombinasi. Efektivitasnya sedikit lebih rendah dan lebih sering menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.
3.     Pil KB/kontrasepsi oral tipe pil mini
Pil mini kadang-kadang disebut pil masa menyusui. Pil mini yaitu pil KB yang hanya mengandung progesteron saja dan diminum sehari sekali. Berisi derivat progestin, noretindron atau norgestrel, dosis kecil, terdiri dari 21-22 pil. Cara pemakaiannya sama dengan cara tipe kombinasi. Dosis progestin dalam pil mini lebih rendah daripada pil kombinasi. Dosis progestin yang digunakan adalah 0,5 mg atau kurang. Karena dosisnya kecil maka pil mini diminum setiap hari pada waktu yang sama selama siklus haid bahkan selama haid. Contoh pil mini, yaitu :
a.     Micrinor, NOR-QD, noriday, norod menganddung 0,35 mg noretindron.
b.     Microval, noregeston, microlut mengandunng 0,03 mg levonogestrol.
c.      Ourette, noegest mengandung 0,5 mg norgeestrel.
d.     Exluton mengandung 0,5 mg linestrenol.
e.      Femulen mengandung 0,5 mg etinodial diassetat
4.     Pil KB/kontrasepsi oral tipe pil pascasanggama (morning after pill)
Morning after pill merupakan pil yang mengandung hormon estrogen dosis tinggi yang hanya diberikan untuk keadaan darurat saja, seperti kasus pemerkosaan dan kondom bocor. Berisi dietilstilbestrol 25 mg, diminum 2 kali sehari, dalam waktu kurang dari 72 jam pascasanggama, selama 5 hari berturut-turut.
5.     Once A Moth Pill
Pil hormon yang mengandung estrogen yang ”long acting” yaitu pil yang diberikan untuk wanita yang mempunyai Biological Half Life panjang.
Jenis kontrasepsi oral yang lain dan sudah tersedia, namun masih terbatas antara lain:
§  Mifepristone, yaitu alat kontrasepsi oral harian yang mengandung anti progesteron yang digunakan dalam uji klinis penelitian.
§  Ormeloxifene (centchroman), yaitu alat kontrasepsi oral yang berupa modulator reseptor estrogen yang digunakan 1-2 kali per minggu dan hanya tersedia di India.

C.   Cara Kerja
1.     Menekan ovulasi
2.     Mencegah implantasi
3.     Lendir servik mengental  sehingga sulit dilalui oleh sperma
4.     Pergerakan  tuba terganggu sehingga transportasi telur dengan sendirinya akan terganggu pula.
5.     Mengubah kepekaan indung telur terhadap rangsangan gonadotropin.

D.   Instruksi Kepada Klien
1.     Sebaiknya pil diminum setiap hari, lebih baik pada saat yang sama setiap hari.
2.     Pil pertama dimulai pada pertama sampai hari ke 7 siklus haid.
3.     Sangat di anjurkan penggunaannya pada hari pertama haid.
4.     Beberapa paket pil mempunyai 28 pil atau 21 pil. Bila paket 28 pil habis sebaiknya mulai minum pil dari paket yang baru. Bila paket 21 pil habis sebaiknya tunggu 1 Mgg baru kemudian mulai minum pil dari peket yang baru.
5.     Bila muntah dalam waktu 2 jam setelah minum pil, ambil pil yang lain atau menggunakan kontrasepsi lain.
6.     Bila terjadi muntah hebat atau diare > 24 jam, apabila tidak keadaan dapat diteruskan.
7.     Bila muntah /diare > 2 haria atau lebih. Penggunaan pil mengikuti cara menggunakan pil lupa.
8.     Bial lupa pil (1 – 21) . sebaiknya minum pil tersebut segera. Setelah ingat walaupun harus minum 2 pil pada hari yang sama dan bila 2 pil atau lebih sebaiknya 2 pil setiap hari sampai sesuai sekedul yang ditetapkan.
9.     Bila lupa tidak perlu menggunakan kontrasepsi lain. Jika tidak melakukan hubungan seksual.
10.            Bial tidak haid, perlu segera ke klinik untuk tes kehamilan.

E.   Kelemahan dan kelebihan
1.     Kelemahan
§  Mahal.
§  Penggunaan pil harus diminum setiap hari dan bila lupa minum akan meningkatkan kegagalan.
§  Perdarahan bercak dan “breakthrough bleeding”.
§  Ada interaksi dengan beberapa jenis obat (rifampisin, barbiturat, fenitoin, fenilbutason dan antibiotik tertentu).
§  Tidak mencegah penyakit menular seksual, HBV, HIV/AIDS.
§  Efek samping ringan/jarang, namun dapat berupa amenorea, mual, rasa tidak enak di payudara, sakit kepala, mengurangi ASI, berat badan meningkat, jerawat, perubahan mood, pusing, serta retensi cairan, tekanan darah tinggi, komplikasi sirkulasi yang jarang namun bisa berbahaya khususnya buat perokok.
2.     Kelebihan
§  Sangat efektif sebagai kontrasepsi.
§  Resiko terhadap kesehatan sangat baik.
§  Tidak mengganggu hubungan seksual.
§  Mudah digunakan.
§  Mudah dihentikan setiap saat.
§  Mengurangi perdarahan saat haid.
§  Mengurangi insidens gangguan menstruasi.
§  Mengurangi insidens anemia defisiensi besi.
§  Mengurangi insidens kista ovarium.
§  Mengurangi insidens tumor jinak mammae.
§  Mengurangi karsinoma endometrium.
§  Mengurangi infeksi radang panggul.
§  Mengurangi osteoporosis.
§  Mengurangi rheumatoid artritis.
§  Mengurangi kehamilan ektopik.

F.    Indikasi  dan Kontra Indikasi
1.     Indikasi
§  Usia reproduksi
§  Telah memiliki anak atau belum
§  Gemuk atau kurus
§  Menginginkan metode kontrasepsi dengan efektivitas tinggi
§  Setelah melahirkan dan tidak menyusui
§  Pasca keguguran
2.     Kontra indikasi
§  Kehamilan
§  Kecurigaan atau adanya Carcinoma mammae
§  Adanya neoplasma yang dipengaruhi oleh estrogen
§  Menderita penyakit thromboemboli atau varices yang luas
§  Faal hepar yang terganggu
§  Perdarahan per vagina yang tidak diketahui sebabnya

G.  Efek Samping
1.     Ringan
Berupa mual, muntah, pertambahan BB, pendarahan tidak teratur, retensi cairan, oedem, sakit kepala, Acne/berlangsung bulan-bulan pertama pemakaian pil.
2.     Berat
§  Trombo embolisme karena terjadi peningkatan faktor-faktor pembekuan dan vaskuler secara langsung.
§  Kemungkinan timbulnya karsinoma seviks.