Jumat, 10 Juni 2016

Kehamilan Ganda

 A. Pengertian Kehamilan Ganda
     Kehamilan Ganda adalah suatu kehamilan dimana terdapat dua atau lebih embrio atau janin sekaligus.  Kehamilan Ganda dapat terjadi sebagai akibat pembelahan pada satu telur yang dibuahi, pembuahan lebih dari satu telur oleh lebih dari satu sperma atau kombinasi dari proses tersebut.
        Kehamilan kembar dapat memberikan resiko komplikasi  yang lebih tinggi terhadap ibu dan bayi. Oleh karena itu dalam menghadapi kehamilan ganda harus dilakukan perawatan Antenatal yang Intensif.
 B. Jenis kehamilan ganda yaitu :
1.     Kehamilan  kembar monozigotik
Merupakan kehamilan ganda yang berasal dari satu ovum yang dibuahi dan membelah secara dini hingga membentuk dua embrio yang sama, kehamilan ini juga disebut hamil kembar identik atau hamil kembar homolog atau hamil kembar uniovuler, karena berasal dari satu ovum, hamil Ganda ini mempunyai ciri jenis kelamin sama, wajah yang sama, sidik jari yang sama, kemungkinan salah satunya kidal karena lokasi daerah motorik serebrinya berlawanan.
Tabel berikut menunjukkan hubungan saat segmentasi dan keadaan ketuban pada kembar monizigotik.


Saat segmentasi

Keadaan ketuban


0     -  72  jam
4     -  8  hari
9     -  12  hari
13  -   hari

Diamniotik, dikorionik
Diamniotik, monokorionik
Monoamniotik, monokorionik
Monoamniotik, monokorionik dan kemungkinan terjadinya kembar siam.




Kehamilan ganda mono amniotik, monokorionik
1 plasenta
 


2.    Kehamilan Dizigotik
Merupakan kehamilan Ganda yang berasal dari 62 atau 
 lebih ovum yang telah dibuahi disebut juga heterolog, binovuler atau fraternal. Sebagian besar  kehamilan ganda adalah dizigotik dengan ciri jenis kelamin berbeda atau sama, mempunyai dua plasenta, dua amnion dan dua korion.
                  
Kehamilan ganda                                      Kehamilan ganda
Diamniotik, dikorionik                              Diamniotik, dikorionik
2 plasenta                                               1 plasenta
Pada kembar dizygotik, telur mungkin tadak dibuahi pada waktu yang sama. Superfekundasi mungkin terjadi dimana dua telur dibuahi dalam jarak waktu yang pendek tetapi tidak pada koitus yang sama.
C. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan kehamilan Ganda antara lain :
     1.     Faktor ras
    Frekuensi kelahiran janin multiple memperlihatkan variasi yang nyata di antara berbagai ras yang berbeda. Pada kawasan di afrika, frekuensi terjadinya kehamilan ganda sangat tinggi. Knok dan Morley (1960) dalam suatu survey pada salah satu masyarakat pedesaan di Nigeria, mendapatkan bahwa kehamilan ganda terjadi sekali pada setiap 19 kelahiran, kehamilan pada orang Timur atau Oriental tidak begitu sering terjadi. Perbedaan ras yang nyata ini merupakan akibat keragaman pada frekuensi terjadinya kehamilan kembar dizigot.Perbedaan frekuensi kehamilan ganda ini disebabkan oleh perbedaan tingkat Folikel stimulating hormon yang akan mengakibatkan multiple ovulasi.
      2.    Faktor keturunan
      Genotip ibu jauh lebih mempengaruhi  daripada genotip ayah. White dan Wyshak (1964) dalam suatu penelitian terhadap 4.000 catatan mengenai Jemaat Gereja Kristus Orang-orang Kudus Hari Terakhir, menemukan bahwa para wanita yang dirinya sendiri merupakan kembar dizigot ternyata melahirkan bayi kembar dizigot dengan frekuensi 1 per 58 kelahiran. Namun, wanita yang bukan kembar tetapi mempunyai suami kembar dizigot, melahirkan bayi kembar dengan frekuensi 1 per 126 kehamilan. Lebih lanjut, dalam analisis Bulmer (1960) terhadap anak-anak kembar, 1 dari 25 (4%) ibu mereka ternyata juga kembar, tetapi hanya 1 dari 60 (1,7%) ayah mereka yang kembar. Keterangan didapatkan bahwa salah satu sebabnya adalah multipel ovulasi yang diturunkan.
      3.    Faktor umur dan paritas
     Kehamilan ganda dapat terjadi kurang dari sepertiga pada wanita dibawah 20 tahun tanpa riwayat kelahiran anak sebelumnya, bila dibandingkan dengan wanita yang berusia antara 35 sampai 40 tahun dengan 4 anak atau lebih. 

D. Komplikasi yang timbul pada kehamilan ganda:
        1.  Trimester I
         ·    Emesis sampai hiperemesis gravidarum
          ·    Anemia selama hamil
           ·    Abortus
        2.    Trimester II/III
       ·    Persalinan prematur
        ·    Kehamilan dengan hidramnion
         ·    Pre-eklamsi sampai eklamsia
          ·    Kelainan letak
          ·    Antepartum bleeding karena plasenta previa atau retensio plasenta
          ·    Gangguan pertumbuhan janin
·         Pertumbuhan Janin Terhambat
·         Pertumbuhan prematuritas
·         Terjasi anomaly pertumbuhan
3.    Komplikasi pasca partus
·    Atonia uteri dan perdarahan pasca partus
·    Retensio atau rest plasenta
·    Sindrom transfuse :
·         Satu janin tumbuh :
·         Pertumbuhan janin baik
·         Polisistemia
·         Edema
·         Hidramnion
·         Janin yang lainnya terjadi :
·         Janin kecil sampai meninggal
·         Menderita anemia
·         Dehidrasi
·         Aligohidramnion
·          Bila ada gangguan segmentasi dapat terjadi kembar siam (torakopagus, sifo-ompagus, pigopagus. Iskiopagus, kraniopagus)
·         Pada hamil dizigot, perbedaan kemempuan tumbuh kembang dapat membahayakan kehidupan yang lain dan menimbulkan fetus kompresus atau fetus papiraseus.
4.    Komplikasi saat inpartu
·    Inersia uteri primer/sekunder
·    Perpanjangan kala II
·    KPD (Ketuban Pecah Dini)
·    Prolapsus tali pusat
·    Persalinan interlocking
·    Seksio secarea

Tidak ada komentar:

Posting Komentar