A. Pengertian Kehamilan Ganda
Kehamilan
Ganda adalah suatu kehamilan dimana terdapat dua atau lebih embrio atau janin
sekaligus. Kehamilan Ganda dapat terjadi sebagai akibat
pembelahan pada satu telur yang dibuahi, pembuahan lebih dari satu telur oleh
lebih dari satu sperma atau kombinasi dari proses tersebut.
Kehamilan
kembar dapat memberikan resiko komplikasi
yang lebih tinggi terhadap ibu dan bayi. Oleh karena itu dalam
menghadapi kehamilan ganda harus dilakukan perawatan Antenatal yang Intensif.
B. Jenis kehamilan ganda yaitu :
B. Jenis kehamilan ganda yaitu :
1. Kehamilan kembar
monozigotik
Merupakan
kehamilan ganda yang berasal dari satu ovum yang dibuahi dan membelah secara
dini hingga membentuk dua embrio yang sama, kehamilan ini juga disebut hamil
kembar identik atau hamil kembar homolog atau hamil kembar uniovuler, karena
berasal dari satu ovum, hamil Ganda ini mempunyai ciri jenis kelamin sama,
wajah yang sama, sidik jari yang sama, kemungkinan salah satunya kidal karena
lokasi daerah motorik serebrinya berlawanan.
Tabel
berikut menunjukkan hubungan saat segmentasi dan keadaan ketuban pada kembar
monizigotik.
Saat
segmentasi
|
Keadaan
ketuban
|
0 - 72 jam
4 - 8 hari
9 - 12 hari
13 -
hari
|
Diamniotik,
dikorionik
Diamniotik,
monokorionik
Monoamniotik,
monokorionik
Monoamniotik, monokorionik dan kemungkinan terjadinya
kembar siam.
|
|
|
2. Kehamilan Dizigotik
Merupakan
kehamilan Ganda yang berasal dari 62 atau
lebih ovum yang telah dibuahi disebut
juga heterolog, binovuler atau fraternal. Sebagian besar kehamilan ganda adalah dizigotik dengan ciri
jenis kelamin berbeda atau sama, mempunyai dua plasenta, dua amnion dan dua
korion.

Kehamilan ganda Kehamilan ganda
Diamniotik, dikorionik Diamniotik,
dikorionik
2 plasenta 1 plasenta
Pada kembar dizygotik, telur mungkin
tadak dibuahi pada waktu yang sama. Superfekundasi mungkin terjadi dimana dua
telur dibuahi dalam jarak waktu yang pendek tetapi tidak pada koitus yang sama.
C. Faktor-faktor
yang dapat meningkatkan kehamilan Ganda antara lain :
1. Faktor ras
Frekuensi
kelahiran janin multiple memperlihatkan variasi yang nyata di antara berbagai
ras yang berbeda. Pada kawasan di
afrika, frekuensi terjadinya kehamilan ganda sangat tinggi. Knok dan Morley
(1960) dalam suatu survey pada salah satu masyarakat pedesaan di Nigeria,
mendapatkan bahwa kehamilan ganda terjadi sekali pada setiap 19 kelahiran,
kehamilan pada orang Timur atau Oriental tidak begitu sering terjadi. Perbedaan
ras yang nyata ini merupakan akibat keragaman pada frekuensi terjadinya
kehamilan kembar dizigot.Perbedaan frekuensi kehamilan ganda ini disebabkan
oleh perbedaan tingkat Folikel stimulating hormon yang akan mengakibatkan
multiple ovulasi.
2. Faktor keturunan
Genotip
ibu jauh lebih mempengaruhi daripada
genotip ayah. White dan Wyshak (1964) dalam suatu penelitian terhadap 4.000
catatan mengenai Jemaat Gereja Kristus Orang-orang Kudus Hari Terakhir,
menemukan bahwa para wanita yang dirinya sendiri merupakan kembar dizigot
ternyata melahirkan bayi kembar dizigot dengan frekuensi 1 per 58 kelahiran.
Namun, wanita yang bukan kembar tetapi mempunyai suami kembar dizigot,
melahirkan bayi kembar dengan frekuensi 1 per 126 kehamilan. Lebih lanjut,
dalam analisis Bulmer (1960) terhadap anak-anak kembar, 1 dari 25 (4%) ibu
mereka ternyata juga kembar, tetapi hanya 1 dari 60 (1,7%) ayah mereka yang kembar.
Keterangan didapatkan bahwa salah satu sebabnya adalah multipel ovulasi yang
diturunkan.
3. Faktor umur dan paritas
Kehamilan
ganda dapat terjadi kurang dari sepertiga pada wanita dibawah 20 tahun tanpa
riwayat kelahiran anak sebelumnya, bila dibandingkan dengan wanita yang berusia
antara 35 sampai 40 tahun dengan 4 anak atau lebih.
D. Komplikasi
yang timbul pada kehamilan ganda:
1.
Trimester I
·
Emesis sampai hiperemesis
gravidarum
·
Anemia selama hamil
·
Abortus
2. Trimester II/III
·
Persalinan prematur
·
Kehamilan dengan
hidramnion
·
Pre-eklamsi sampai
eklamsia
·
Kelainan letak
·
Antepartum bleeding
karena plasenta previa atau retensio plasenta
·
Gangguan pertumbuhan janin
·
Pertumbuhan Janin
Terhambat
·
Pertumbuhan prematuritas
·
Terjasi anomaly
pertumbuhan
3. Komplikasi pasca partus
· Atonia uteri dan perdarahan pasca partus
·
Retensio atau rest
plasenta
·
Sindrom transfuse :
·
Satu janin tumbuh :
·
Pertumbuhan janin baik
·
Polisistemia
·
Edema
·
Hidramnion
·
Janin yang lainnya
terjadi :
·
Janin kecil sampai
meninggal
·
Menderita anemia
·
Dehidrasi
·
Aligohidramnion
·
Bila ada gangguan
segmentasi dapat terjadi kembar siam
(torakopagus, sifo-ompagus, pigopagus. Iskiopagus, kraniopagus)
·
Pada hamil dizigot,
perbedaan kemempuan tumbuh kembang dapat membahayakan kehidupan yang lain dan
menimbulkan fetus kompresus atau fetus papiraseus.
4. Komplikasi saat inpartu
·
Inersia uteri
primer/sekunder
·
Perpanjangan kala II
·
KPD (Ketuban Pecah Dini)
·
Prolapsus tali pusat
·
Persalinan interlocking
·
Seksio secarea


Tidak ada komentar:
Posting Komentar