Bayi
baru lahir disebut juga dengan neonates merupakan individu yang sedang
bertumbuh dan baru saja mengalami trauma kelahiran serta harus dapat melakukan
penyesuaian diri dari kehidupan intrauterine ke kehidupan ekstrauterin.(dewi
Vivian, 2010)
BBL adalah
bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu, memiliki
berat lahir 2500 gram sampai 4000 gram. Bayi baru lahir
dapat dilahirkan melalui 2 cara, secara normal melalui vagina atau melalui
operasi cesar. Bayi baru lahir harus mampu beradaptasi dengan lingkungan yang
baru karena setelah plasentanya dipotong maka tidak ada lagi asupan makanan dari
ibu selain itu kondisi bayi baru lahir masih rentan terhadap penyakit. Karena
itulah bayi memerlukan perawatan yang
insentif. Jagalah kebersihan bayi dan
berikan nutrisi yang cukup kepada bayi melalui ASI.
( Bayi baru
lahir.blogspot.com/2011/06/pengertian-bayi-baru-lahir.html )
2.2.1 Definisi BBLR
Berat badan lahir rendah (BBLR) ialah bayi lahir
yang berat lahirnya saat kelahiran kurang dari 2500 gram atau sampai dengan
2449 gram. (Prawirohardjo, Sarwono, 2006)
Bayi berat lahir rendah adalah bayi yang lahir dengan berat
lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa kehamilan. Berat lahir adalah
berat bayi yang ditimbang dalam 1 jam setelah lahir. Unuk keperluan bidan di
desa berat lahir masih dapat diterima apabila dilakukan penimbangan dalam 24
jam pertama ( Depkes RI, 2009)
2.1.2 Prognosis BBLR
Prognosis bayi berat lahir rendah ini tergantung dari berat
ringannya masalah perinatal, misalnya masa gestasi (makin muda masa gestasi/
makin rendah berat bayi makin tinggi angka kematian), asfiksia / iskemia otak,
sindroma gangguan pernafasan, perdarahan intraventrikuler, dysplasia
bronkopulmonal, retrolental fibroplasias, infeksi, gangguan metabolic
(asidosis, hipoglikemia, hiperbilirubinemia ). Prognosis ini juga tergantung
dari keadaan sosial ekonomi, pendidikan orang tua dan perawatan pada saat
kehamilan, persalinan dan postnatal (pengaturan suhu lingkungan, resusitasi,
makanan, mencegah infeksi, mengatasi gangguan pernapasan, asfiksia,
hiperbillirubinemia, hipoglikemia, dan lain-lain.(Prawihardjo, Suwarna, 2005)
2.1.3 Etiologi
Penyebab BBLR sangat kompleks. BBLR dapat disebabkan oleh kehamilan
kurang bulan, bayi kecil untuk masa kehamilan atau kombinasi keduanya.
Bayi kurang bulan adalah
bayi yang lahir sebelum umur kehamilan 37 minggu. Sebagian bayi kurang bulan
belum siap hidup diluar kandungan dan mendapatkan kesulitan untuk mulai
bernapas, menghisap, melawan infeksi dan menjaga tubuhnya agar tetap hangat.( Depkes RI, 2009)
2.1.4 Prinsip Dasar BBLR
Bayi berat lahir rendah (BBLR) ialah bayi baru lahir
yang berat badannya saat lahir kurang dari 2500 gram (sampai dengan 2499 gram).
Berkaitan dengan penanganan dan harapan hidupnya, bayi berat lahir rendah
dibedakan dalam:
·
Bayi berat lahir rendah (BBLR) berat lahiR 1500-2500 gram
·
Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR), berat
lahir < 1500 gram
·
Bayi berat lahir ekstrem rendah (BBLER), berat
lahir< 1000 gra
(Prawirohardjo,
2002)
Penyebab BBLR terdiri dari beberapa faktor
a.
Faktor ibu
1.
Penyakit
Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya
BBLR diantaranya : hipertensi dan ginjal
yang kronik, penderita diabtes mellitus yang berat, toksemia, hipoksia ibu (
tinggal didaerah pegunungan, hemoglobinopati, penyakit paru kronik ) anemia
berat, pre-eklampsia, infeksi selama kehamilan ( infeksi kandung kemih),
hepatitis, IMS, HIV/AIDS, malaria.( Depkes RI, 2009)
2.
Kebiasaan ibu
Kebiasaan ibu yang dapat
menyebabkan terjadinya BBLR diantaranya perokok, peminum alkohol, pekerja
berat, dan pengguna obat terlarang.( Depkes RI, 2009)
Rokok
merupakan bentuk penyalahgunaan yang sering dilakukan. Insidensi perempuan
hamil yang merokok sekitar 16,3 – 52%, tergantung populasi yang diteliti
(Sarwono, 2006).
Asap
rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia berbeda yang dilepaskan ke dalam
udara sebagai partikel dan gas. Fase partikulat asap rokok termasuk nikotin,
"tar" (itu sendiri terdiri dari banyak bahan kimia), benzena dan
benzo. Fase gas termasuk karbon monoksida, amonia, dimethylnitrosamine,
formaldehida, hidrogen sianida dan akrolein. Menurut sebuah penelitian yang
dilakukan oleh National Cancer Institute pada bulan November 2001 dilaporkan
ada 69 karsinogen diketahui atau lebih dalam asap rokok (Barry, 2004).
Merokok selama hamil berkaitan dengan
keguguran, perdarahan vagina, kelahiran prematur, dan bayi dengan berat lahir
rendah (BBLR). Kejadian BBLR pada ibu perokok adalah dua kali lipat dibanding
yang bukan perokok dan perokok ringan (<5 rokok sehari) dikaitkan dengan
peningkatan kejadian BBLR. Secara keseluruhan tingkat kejadian BBLR adalah 8,8%
untuk kelahiran perokok dan 4,5% untuk kelahiran bukan perokok. Di antara
perokok, tingkat BBLR terus meningkat dengan meningkatnya konsumsi rokok (Ventura,
et al., 2003).
3.
Usia Ibu dan Paritas Ibu
Angka kejadian BBLR
tertinggi ditemukan pada bayi yang dilahirkan oleh ibu-ibu dengan usia <20
dan >35 tahun, selain itu jarak
kehamilan yang terlalu pendek ( kurang dari 1 tahun ) juga mempengaruhi
terjadinya BBLR. (Depkes RI, 2009 ).
Paritas ibu juga berperan
penting terhadap penyebab terjadinya BBLR,menurut istilah kebidanan paritas
dibagi dalam 3 kategori
yaitu :
1.
Primigravida yaitu ibu yang memiliki satu anak
2.
Multigravida yaitu ibu yang memiliki 2-4 anak
3.
Grandemulti yaitu ibu yang memiliki lebih dari 4 anak
( Askeb 2 )
4.
Status Ekonomi Ibu
Status ekonomi ibu juga
sangat berpengaruh terhadap penyebab terjadinya BBLR antara lain: keadaan ibu
yang sangat miskin, beratnya kurang, dan status gizinya kurang.( Depkes RI,
2009 ).
5.
Umur Kehamilan
Menurut Teori Prawirohardjo
tahun 2005 makin rendah masa gestasi dan makin kecil bayi yang dilahirkan makin
tinggi morbiditas dan mortalitasnya.
6.
Faktor uterus dan plasenta
kelainan pembuluh darah
(hemangioma), insersi tali pusat yang tidak normal, uterus bikornis, infark
plasenta, transfuse dari kembar yang satu ke kembar yang lain, sebagian
plasenta lepas.( Prawirohardjo, Sarwono, 2005 ).
7.
Faktor janin
Bayi ganda, kelainan
kromosom, cacat bawaan, infeksi dalam kandungan ( toksoplasmosis, rubella,
sitomegalovirus, herpes, sifilis ; TORCH ). ( Prawirohardjo, Sarwono, 2005 ).
Selain itu juga ada faktor
janin lain yang dapat menyebabkan BBLR adalah :
1.
Premature
Bayi prematur adalah suatu proses
kelahiran bayi sebelum usia kehamilan 37 minggu atau sebelum 3 minggu dari
waktu perkiraan persalinan.(bejocommunity.blogspot.com/2010/05/bayi-prematur.html)
Berdasarkan atas timbulnya
bermacam-macam problematik pada derajat prematuritas maka usher ( 1975 )
menggolongkan bayi tersebut dalam tiga kelompok. Yaitu :
1.
Bayi yang sangat premature ( extremely premature ) :
24 – 30 minggu. Bayi dengan
masa gestasi 24 – 27 minggu masih sangat sukar hidup terutama di Negara yang
belum atau sedang berkembang. Bayi dengan masa gestasi 28 – 30 minggu masih
mungkin dapat hidup dengan perawatan yang sangat intensif ( perawat yang sangat
terlatih dan menggunakan alat-alat yang canggih ) agar dicapai hasil yang
optimum.
2.
Bayi pada derajat premature yang sedang ( moderately premature ) : 31-36 minggu.
Pada golongan ini kesanggupan untuk hidup jauh lebih baik dari golongan pertama
dan gejala sisa yang dihadapinya di kemudian hari juga lebih ringan, asal saja
pengelolaan terhadap bayi ini betul-betul intensif.
3.
Borderline premature : masa gestasi 37-38 minggu.
Bayi ini mempunyai sifat-sifat premature dan matur. Biasanya beratnya seperti
bayi matur dan dikelola seperti bayi matur, akan tetapi sering timbul
problematic seperti yang dialami bayi premature, misalnya sindroma gangguan
pernapasan, hiperbilirubinemia, daya isap yang lemah dan sebagainya, sehingga
bayi ini harus diawasi dengan seksama.
( prawirohardjo,
sarwono, 2005).
2.
Hidramnion
Hidramnion adalah jumlah air ketuban melebihi 2000 cc sering
terjadi pada kehamilan kembar. Pada kehamilan kembar, janin dengan jantung kuat
mengakibatkan hidramnion karena pengeluaran air kencingnya lebih banyak.
3.
Kelainan Kromosom
2.1.5
Masalah-masalah yang terjadi pada BBLR
1.Asfiksia
BBLR kurang, cukup atau
lebih bulan, semuanya berdampak pada proses adaptasi pernapasan waktu lahir
sehingga mengalami asfiksia lahir. BBLR membutuhkan kecepatan dan keterampilan
resusitasi.
2.Gangguan napas
Gangguan napas yang sering
terjadi pada BBLR kurang bulan adalah penyakit membrane hialin, sedangkan pada
BBLR lebih bulan adalah aspirasi mekonium. BBLR yang mengalami gangguan napas
harus segera dirujuk ke fasilitas rujukan yang lebih tinggi.
3.Hipotermi
Terjadi karena hanya
sedikitnya lemak tubuh dan system pengaturan suhu tubuh pada bayi baru lahir
belum matang. Metode kanguru dengan “kontak kulit dengan kulit” membantu BBLR
tetap hangat.
4.Hipoglikemi
Karena hanya sedikitnya
simpanan energy pada bayi baru lahir dengan BBLR.
BBLR membutuhkan ASI
sesegera mungkin setelah lahir dan minum sangat sering ( setiap 2 jam ) pada
minggu pertama.
5.Masalah pemberian ASI
Karene ukuran tubuh BBLR
sangat kecil, kurang energi, lemah, lambungnya kecil dan tidak dapat mengisap.
BBLR sering mendapatkan ASI
dengan bantuan, membutuhkan pemberian ASI dalam jumlah yang lebih sedikit tapi
sering. BBLR dengan kehamilan > 35 minggu dan berat lahir > 2000 gram umumnya bisa langsung
menetek.
6.Infeksi
Karena sistem kekebalan tubuh BBLR belum matang. Keluarga dan
tenaga kesehatan yang merawat BBLR harus melakukan tindakan pencegahan infeksi
antara lain dengan mencuci tangan dengan baik.
7.Ikterus (kadar bilirubin yang tinggi) karena fungsi
hati belum matang.
BBLR menjadi kuning lebih
awal dan lebih lama dari pada bayi yang cukup beratnya.
8.Masalah perdarahan
Berhubungan dengan belum
matangnya system pembekuan darah saat lahir. Pemberian injeksi vitamin K 1
dengan dosis 1 mg intramuskuler segera sesudah lahir (dalam 6 jam pertama)
untuk semua bayi baru lahir dapat mencegah kejadian perdarahan ini. Injeksi ini
dilakukan dipaha kiri.
2.1.6
Masalah jangka panjang yang mungkin timbul pada bayi-bayi dengan berat lahir
rendah (BBLR) antara lain (3,8):
1.
Gangguan
perkembangan
2.
Gangguan
pertumbuhan
3.
Gangguan
penglihatan (Retinopati)
4.
Gangguan
pendengaran
5.
Penyakit paru
kronis
6.
Kenaikan angka
kesakitan dan sering masuk rumah sakit
7.
Kenaikan frekuensi
kelainan bawaan
Last
Update 13 Maret 2012
2.1.7
Gambaran klinis BBLR
Bayi lahir dengan berat
lahir rendah mempunyai lemak dibawah kulit yang sangat sedikit, karena beratnya
kurang dari 2500 gram.
2.1.7.1
Tanda-tanda bayi kurang bulan (KB)
a.
Kulit tipis mengkilap
b.
Tulang rawan telinga sangat lunak, karena belum terbentuk
dengan sempurna
c.
Lanugo (rambut halus/lembut) masih banyak ditemukan terutama
pada punggung
d.
Jaringan payudara belum terlihat, putting masih berupa titik
e.
Pada bayi perempuan labia mayora belum menutupi labia minora
f.
Pada bayi laki-laki skrotum belum banyak lipatan, testis
kadang belum turun
g.
Rajah telapak kaki kurang dari 1/3 bagian atau belum
terbentuk
h.
Kadang disertai dengan pernapasan tidak teratur
i.
Aktifitas dan tangisnya lemah
j.
Reflex menghisap dan menelan tidak efektif/lemah.
Last Update 20 februari 2012
2.1.8
Karakteristik Bayi
Berat Lahir Rendah (BBLR)
2.1.8.1
Prematuritas murni
a.
Berat badan kurang
dari 2500 gram, PB 45 cm, lingkar kepala dari 33 cm, lingkar dada kurang dari
30 cm.
b.
Masa gestasi kurang
dari 37 minggu
c.
Kulit tipis dan
transparan, tampak mengkilat dan licin.
d.
Kepala lebih besar
dari badan
e.
Lanugo banyak
terutama pada dahi, pelipis, telinga, dan lengan
f.
Lemak subkutan
kurang
g.
Ubun-ubun dan
sutura lebar
h.
Rambut tipis, halus
i.
Tulang rawat dan
daun telinga immature
j.
Putting susu belum
terbentuk dengan baik
k.
Pembuluh darah
kulit banyak terlihat peristaltic usus dapat terlihat
l.
Genetalia belum
sempurna, labia, minora belum tertutup oleh labia mayora (pada laki-laki)
m.
Bayi masih posisi
fetal
n.
Pergerakan kurang
dan lemah
o.
Otot masih
hipotonik
p.
Banyak tidur,
tangis lemah, pernafasan belum teratur dan sering mengalami serangan apnoe.
q.
Refleks tonic neck
lemah
r.
Refleks menghisap
dan menelan belum sempurna.
2.1.8.2
Dismature
Pre term : sama dengan bayi
premature murni
Post term:
a.
Kulit pucat/
bernod, mekonium kering keriput, tipis
b.
Vernix caseosa
tipis/ tak ada
c.
Jaringan lemak
dibawah kulit tipis
d.
Bayi tampak gesit,
aktif dan kuat
e.
Tali pusat berwarna
kuning kehijauan
(Pantiawati, Ika 2010)
2.1.9
Komplikasi pada
BBLR
Komplikasi
langsung yang dapat terjadi pada bayi berat lahir rendah antara lain:
a.
Hipotermia
b.
Hipoglikemia
c.
Gangguan cairan dan
elektrolit
d.
Hiperbilirubinemia
e.
Sindroma gawat
nafas
f.
Infeksi
g.
Perdarahan
intravaskuler
h.
Apnea of
prematurity
i.
Anemia
Masalah
jangka panjang yang mungkin timbul pada BBLR antara lain:
a.
Gangguan
perkembangan
b.
Gangguan
pertumbuhan
c.
Gangguan
penglihatan
d.
Gangguan
pendengaran
e.
Penyakit paru
kronis
f.
Kenaikan
frekuensi kelainan bawaan (http://www.eMedicine.com)
Last Update 20 februari 2012
2.1.10
Diagnosis Bayi
Berat Lahir Rendah
Menegakan diagnosis BBLR adalah dengan mengukur
berat lahir bayi dapat diketahui dengan dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik
dan pemeriksaan penunjang.
a. Anamnesis
Riwayat yang perlu ditanyakan pada ibu dalam anamnesis untuk
menegakkan mencari etiologi dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
terjadinya BBLR
1.
Umur ibu
2.
Riwayat hari
pertama haid
3.
Riwayat persalinan
sebelumnya
4.
Paritas, jarak
kelahiran sebelumnya
5.
Aktivitas
6.
Kenaikan berat
badan selama hamil
7.
Penyakit yang
diderita selama hamil
8.
Obat-obatan yang
diminum selama hamil
Last Update 20 Februari 2012
b.
Pemeriksaan fisik
Yang dapat dijumpai saat pemeriksaan
fisik pada bayi BBLR antara lain:
1.
Berat badan kurang
dari 2500 gram
2.
Tanda-tanda
prematuritas (pada bayi kurang bulan)
3.
Tanda bayi cukup
bulan atau lebih bulan (bila bayi kecil untuk masa kehamilannya. ( IDAI, 2004)
c.
Pemeriksaan
penunjang
Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain :
1.
Pemeriksaan skor
ballard
2.
Tes kocok (shake
test), dianjur untuk bayi kurang bulan
3.
Darah rutin,
glukosa darah, kalau perlu dan tersedia fasilitas diperiksa kadar elektrolit
dan analisa gas darah.
4.
Foto dada ataupun babygram
diperlukan pada bayi baru lahir dengan umur kehamilan kurang bulan dimulai pada
umur 8 jam atau didapat/diperkirakan akan terjadi sindrom gawat nafas.
5.
USG kepala terutama
pada bayi dengan umur kehamilan <2500 gram.
(IDAI, 2004)
Penatalaksanaan bayi
berat lahir rendah
2.1.11.1
Medikamentosa
Pemberian Vitamin K1 :
a.
Injeksi 1 mg IM
sekali pemberian, atau
b.
Per oral 2 mg
sekali pemberian atau 1 mg 3 kali pemberian (saat lahir, umur 3-10 hari, dan
umur 4-6 minggu)
2.1.11.2
Diatetik
Pemberian nutrisi yang adekuat
a.
Apabila daya isap
belum baik, bayi dicoba untuk menetek sedikit demi sedikit
b.
Apabila bayi belum
bisa meneteki pemberian ASI diberikan melalui sendok atau pipet
c.
Apabila bayi belum
ada reflex mengisap dan menelan harus dipasang siang penduga/ sonde fooding.
Bayi
premature atau BBLR mempunyai masalah menyusui karena reflex menghisapnya masih
lemah. Untuk bayi demikian sebaiknya ASI dikeluarkan dengan pompa atau diperas
dan diberikan pada bayi dengan pipa lambung atau pipet. Dengan memegang kepala
dan menahan dagu, bayi dapat dilatih untuk menghisap sementara ASI yang telah
dikeluarkan yang diberikan dengan pipet atau selang kecil yang menempel pada
putting. ASI merupakan pilihan utama :
a.
Apabila bayi
mendapat ASI, pastikan bayi menerima jumlah yang cukup dengan cara apapun,
perhatikan cara pemberian ASI dan nilai kemampuan bayi menghisap paling kurang
sehari sekali.
b.
Apabila bayi sudah
tidak mendapatkan cairan IV dan beratnya naik 20 gram/hari selama 3 hari
berturut-turut, timbang bayi 2 kali seminggu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar