Pil KB adalah alat kontrasepsi pencegah kehamilan atau pencegah konsepsi yang digunakan dengan cara per-oral/kontrasepsi oral. Pil KB merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang banyak digunakan. Pil KB disukai karena relatif mudah didapat dan digunakan, serta harganya murah.
Pil KB atau oral contraceptives pill merupakan alat kontrasepsi
hormonal yang berupa obat dalam bentuk pil yang dimasukkan melalui
mulut (diminum), berisi hormon estrogen dan atau progesteron. bertujuan
untuk mengendalikan kelahiran atau mencegah kehamilan dengan menghambat pelepasan sel telur dari ovarium setiap bulannya. Pil KB akan efektif dan aman apabila digunakan secara benar dan konsisten.
B. Jenis
Ada 5 jenis pil KB/kontrasepsi oral, yaitu :
1. Pil kombinasi atau combination oral contraceptive pill
Pil KB yang mengandung estrogen dan progesteron dan diminum sehari sekali. Estrogen dalam pil oral kombinasi, terdiri dari etinil estradiol dan mestranol. Dosis etinil estradiol 30-35 mcq. Dosis estrogen 35 mcq sama efektifnya dengan estrogen 50 mcq dalam mencegah kehamilan.
Progestin dalam pil oral kombinasi, terdiri dari noretindron, etindiol
diasetat , linestrenol, noretinodel, norgestrel, levonogestrel,
desogestrel dan gestoden.
Terdiri dari 21-22 pil KB/kontrasepsi oral dan setiap pilnya berisi derivat estrogen dan progestin dosis kecil, untuk pengunaan satu siklus. Pil KB/kontrasepsi oral
pertama mulai diminum pada hari pertama perdarahan haid, selanjutnya
setiap pil hari 1 pil selama 21-22 hari. Umumnya setelah 2-3 hari
sesudah pil KB/kontrasepsi oral terakhir diminum, akan timbul
perdarahan haid, yang sebenarnya merupakan perdarahan putus obat.
Penggunaan pada siklus selanjutnya, sama seperti siklus sebelumnya,
yaitu pil pertama ditelan pada hari pertama perdarahan haid. Pil oral
kombinasi mempunyai 2 kemasan, yaitu :
a. Kemasan 28 hari
7
pil (digunakan selama minggu terakhir pada setiap siklus) tidak
mengandung hormon wanita. Sebagai gantinya adalah zat besi atau zat
inert. Pil-pil ini membantu pasien untuk membiasakan diri minum pil
setiap hari.
b. Kemasan 21 hari
Seluruh
pil dalam kemasan ini mengandung hormon. Interval 7 hari tanpa pil akan
menyelesaikan 1 kemasan (mendahului permulaan kemasan baru) pasien
mungkin akan mengalami haid selama 7 hari tersebut tetapi pasien harus
memulai siklus pil barunya pada hari ke-7 setelah menyelesaikan siklus
sebelumnya walaupun haid datang atau tidak. Jika pasien merasa mungkin
hamil, ia harus memeriksakan diri. Jika pasien yakin ia minum pil dengan
benar, pasien dapat mengulangi pil tersebut sesuai jadwal walaupun haid
tidak terjadi.
2. Pil KB/kontrasepsi oral tipe sekuensial
Pil
dibuat seperti urutan hormon yang dikeluarkan ovariun pada tiap siklus.
Maka berdasarkan urutan hormon tersebut, estrogen hanya diberikan
selama 14-16 hari pertama diikuti oleh kombinasi progestron dan estrogen
selama 5-7 hari terakhir. Terdiri dari 14-15 pil KB/kontrasepsi oral
yang berisi derivat estrogen dan 7 pil berikutnya berisi kombinasi
estrogen dan progestin. Cara penggunaannya sama dengan tipe kombinasi.
Efektivitasnya sedikit lebih rendah dan lebih sering menyebabkan hal-hal
yang tidak diinginkan.
3. Pil KB/kontrasepsi oral tipe pil mini
Pil
mini kadang-kadang disebut pil masa menyusui. Pil mini yaitu pil KB
yang hanya mengandung progesteron saja dan diminum sehari sekali. Berisi
derivat progestin, noretindron atau norgestrel, dosis kecil, terdiri
dari 21-22 pil. Cara pemakaiannya sama dengan cara tipe kombinasi. Dosis
progestin dalam pil mini lebih rendah daripada pil kombinasi. Dosis
progestin yang digunakan adalah 0,5 mg atau kurang. Karena dosisnya
kecil maka pil mini diminum setiap hari pada waktu yang sama selama
siklus haid bahkan selama haid. Contoh pil mini, yaitu :
a. Micrinor, NOR-QD, noriday, norod menganddung 0,35 mg noretindron.
b. Microval, noregeston, microlut mengandunng 0,03 mg levonogestrol.
c. Ourette, noegest mengandung 0,5 mg norgeestrel.
d. Exluton mengandung 0,5 mg linestrenol.
e. Femulen mengandung 0,5 mg etinodial diassetat
4. Pil KB/kontrasepsi oral tipe pil pascasanggama (morning after pill)
Morning
after pill merupakan pil yang mengandung hormon estrogen dosis tinggi
yang hanya diberikan untuk keadaan darurat saja, seperti kasus
pemerkosaan dan kondom bocor. Berisi dietilstilbestrol 25 mg, diminum 2
kali sehari, dalam waktu kurang dari 72 jam pascasanggama, selama 5 hari
berturut-turut.
5. Once A Moth Pill
Pil
hormon yang mengandung estrogen yang ”long acting” yaitu pil yang
diberikan untuk wanita yang mempunyai Biological Half Life panjang.
Jenis kontrasepsi oral yang lain dan sudah tersedia, namun masih terbatas antara lain:
Jenis kontrasepsi oral yang lain dan sudah tersedia, namun masih terbatas antara lain:
§ Mifepristone, yaitu alat kontrasepsi oral harian yang mengandung anti progesteron yang digunakan dalam uji klinis penelitian.
§ Ormeloxifene (centchroman),
yaitu alat kontrasepsi oral yang berupa modulator reseptor estrogen
yang digunakan 1-2 kali per minggu dan hanya tersedia di India.
C. Cara Kerja
1. Menekan ovulasi
2. Mencegah implantasi
3. Lendir servik mengental sehingga sulit dilalui oleh sperma
4. Pergerakan tuba terganggu sehingga transportasi telur dengan sendirinya akan terganggu pula.
5. Mengubah kepekaan indung telur terhadap rangsangan gonadotropin.
D. Instruksi Kepada Klien
1. Sebaiknya pil diminum setiap hari, lebih baik pada saat yang sama setiap hari.
2. Pil pertama dimulai pada pertama sampai hari ke 7 siklus haid.
3. Sangat di anjurkan penggunaannya pada hari pertama haid.
4. Beberapa
paket pil mempunyai 28 pil atau 21 pil. Bila paket 28 pil habis
sebaiknya mulai minum pil dari paket yang baru. Bila paket 21 pil habis
sebaiknya tunggu 1 Mgg baru kemudian mulai minum pil dari peket yang
baru.
5. Bila muntah dalam waktu 2 jam setelah minum pil, ambil pil yang lain atau menggunakan kontrasepsi lain.
6. Bila terjadi muntah hebat atau diare > 24 jam, apabila tidak keadaan dapat diteruskan.
7. Bila muntah /diare > 2 haria atau lebih. Penggunaan pil mengikuti cara menggunakan pil lupa.
8. Bial
lupa pil (1 – 21) . sebaiknya minum pil tersebut segera. Setelah ingat
walaupun harus minum 2 pil pada hari yang sama dan bila 2 pil atau lebih
sebaiknya 2 pil setiap hari sampai sesuai sekedul yang ditetapkan.
9. Bila lupa tidak perlu menggunakan kontrasepsi lain. Jika tidak melakukan hubungan seksual.
10. Bial tidak haid, perlu segera ke klinik untuk tes kehamilan.
E. Kelemahan dan kelebihan
1. Kelemahan
§ Mahal.
§ Penggunaan pil harus diminum setiap hari dan bila lupa minum akan meningkatkan kegagalan.
§ Perdarahan bercak dan “breakthrough bleeding”.
§ Ada interaksi dengan beberapa jenis obat (rifampisin, barbiturat, fenitoin, fenilbutason dan antibiotik tertentu).
§ Tidak mencegah penyakit menular seksual, HBV, HIV/AIDS.
§ Efek
samping ringan/jarang, namun dapat berupa amenorea, mual, rasa tidak
enak di payudara, sakit kepala, mengurangi ASI, berat badan meningkat,
jerawat, perubahan mood, pusing, serta retensi cairan, tekanan darah
tinggi, komplikasi sirkulasi yang jarang namun bisa berbahaya khususnya
buat perokok.
2. Kelebihan
§ Sangat efektif sebagai kontrasepsi.
§ Resiko terhadap kesehatan sangat baik.
§ Tidak mengganggu hubungan seksual.
§ Mudah digunakan.
§ Mudah dihentikan setiap saat.
§ Mengurangi perdarahan saat haid.
§ Mengurangi insidens gangguan menstruasi.
§ Mengurangi insidens anemia defisiensi besi.
§ Mengurangi insidens kista ovarium.
§ Mengurangi insidens tumor jinak mammae.
§ Mengurangi karsinoma endometrium.
§ Mengurangi infeksi radang panggul.
§ Mengurangi osteoporosis.
§ Mengurangi rheumatoid artritis.
§ Mengurangi kehamilan ektopik.
F. Indikasi dan Kontra Indikasi
1. Indikasi
§ Usia reproduksi
§ Telah memiliki anak atau belum
§ Gemuk atau kurus
§ Menginginkan metode kontrasepsi dengan efektivitas tinggi
§ Setelah melahirkan dan tidak menyusui
§ Pasca keguguran
2. Kontra indikasi
§ Kehamilan
§ Kecurigaan atau adanya Carcinoma mammae
§ Adanya neoplasma yang dipengaruhi oleh estrogen
§ Menderita penyakit thromboemboli atau varices yang luas
§ Faal hepar yang terganggu
§ Perdarahan per vagina yang tidak diketahui sebabnya
G. Efek Samping
1. Ringan
Berupa
mual, muntah, pertambahan BB, pendarahan tidak teratur, retensi cairan,
oedem, sakit kepala, Acne/berlangsung bulan-bulan pertama pemakaian
pil.
2. Berat
§ Trombo embolisme karena terjadi peningkatan faktor-faktor pembekuan dan vaskuler secara langsung.
§ Kemungkinan timbulnya karsinoma seviks.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar